SpaceX merilis laporan pendapatan publik pertamanya sejak IPO bulan Juni, mengungkapkan poros finansial yang signifikan terhadap infrastruktur AI yang menyebabkan harga saham turun hampir 9%. Meskipun pendapatan triwulanan tumbuh menjadi $7,8 miliar, belanja modal melonjak ke tingkat bersejarah seiring dengan pesatnya perluasan operasi pusat datanya.
Poros Finansial Menuju AI
Pengungkapan keuangan publik pertama SpaceX memberikan gambaran sekilas tentang perekonomian internal sebuah perusahaan dirgantara yang bertransformasi menjadi pemain kekuatan AI. Perusahaan yang go public pada 12 Juni ini melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 92 persen dari tahun ke tahun, dengan total $7,8 miliar pada kuartal kedua. Namun, antusiasme investor terhambat oleh perubahan agresif perusahaan terhadap layanan komputasi kecerdasan buatan. Divisi yang sebelumnya dikenal sebagai xAI ini menghasilkan pendapatan sebesar $2,56 miliar—peningkatan sebesar 247 persen dibandingkan tahun sebelumnya—yang sebagian besar didorong oleh perjanjian cloud dengan entitas teknologi besar seperti Google dan Anthropic. Meskipun demikian, unit AI mencatat kerugian operasional sebesar $1,2 miliar. Strategi ini melibatkan belanja modal besar-besaran di muka untuk pusat data, yang oleh Elon Musk dianggap sebagai tantangan yang sepele dibandingkan dengan kompleksitas pengembangan teknologi roket yang dapat digunakan kembali.
Belanja Modal dan Reaksi Pasar
Permasalahan paling signifikan antara SpaceX dan pasar publik adalah belanja modal perusahaan yang membengkak. Laporan menunjukkan peningkatan belanja yang mengejutkan, dengan Engadget menyebutkan peningkatan sebesar 2.013 persen dari tahun ke tahun menjadi $15,8 miliar pada kuartal tersebut, sementara laporan BBC menyebutkan total belanja triwulan mencapai $18,3 miliar. Investasi besar pada infrastruktur AI ini jauh melebihi biaya pemeliharaan dan pengembangan bisnis kedirgantaraan tradisional perusahaan. Akibatnya, saham SpaceX turun hampir 9 persen pada perdagangan setelah jam kerja, secara efektif menghapus keuntungan yang diperoleh pada hari itu. Analis pasar masih terpecah; Beberapa orang memandang langkah ini sebagai sebuah evolusi yang perlu, sementara yang lain berpendapat bahwa memberikan label yang berlebihan pada perusahaan tersebut sebagai perusahaan yang saat ini diremehkan ketika unit bisnis AI utamanya terus merugi meski telah melakukan investasi besar.
Peran Starlink dan Operasi Luar Angkasa
Di tengah kebisingan seputar ambisi AI perusahaan, bisnis Starlink SpaceX tetap menjadi satu-satunya segmen yang saat ini beroperasi dengan laba, menyumbang $1,6 miliar pada kuartal kedua. Elon Musk mempertahankan pandangan optimis jangka panjang untuk layanan internet satelit, menunjukkan bahwa Starlink pada akhirnya dapat menyediakan internet untuk sebagian besar dunia. Sebaliknya, segmen inti peluncuran luar angkasa perusahaan mengalami kesulitan selama periode tersebut, melaporkan kerugian bersih sebesar $542 juta dan pendapatan sebesar $962 juta. Namun, Musk tetap optimis terhadap perkembangan perusahaan, dan baru-baru ini meningkatkan proyeksinya untuk mencapai pendapatan $1 triliun pada tahun 2030. Ia berpendapat bahwa meskipun manufaktur roket adalah fondasinya, mesin keuangan perusahaan akan semakin beralih ke penjualan daya komputasi AI ketika perusahaan meningkatkan kapasitas pusat datanya dari 1,4 gigawatt menjadi 10 gigawatt pada tahun depan.
Perspektif Analis dan Outlook Masa Depan
Pakar industri saat ini sedang mengevaluasi apakah SpaceX berhasil menyeimbangkan identitas kedirgantaraan tradisionalnya dengan kepribadian barunya sebagai penyedia infrastruktur AI. Matt Britzman dari Hargreaves Lansdown menyatakan bahwa perusahaan tersebut berkembang menjadi perusahaan AI dengan bisnis luar angkasa yang luar biasa, dan mencatat bahwa para analis sedang berjuang untuk merekonsiliasi dua profil operasional yang sangat berbeda ini. Selain itu, risiko di luar neraca masih ada; analis seperti Fabien Yip dari IG menunjukkan kontroversi politik seputar Elon Musk sebagai faktor risiko yang masih ada bagi investor. Terlepas dari kekhawatiran ini, beberapa pemangku kepentingan, seperti Wendy Souvannarath dari Carré Partners, berpendapat bahwa pembelanjaan agresif SpaceX hanyalah praktik standar bagi raksasa teknologi besar yang saat ini bersaing dalam perlombaan senjata AI. Dia menekankan bahwa perusahaan memandang pengeluaran ini sebagai biaya operasional penting yang diharapkan dapat menghasilkan keuntungan dalam satu tahun.
⚖ The Balanced View
Supporting view
Investor seperti Carré Partners memandang pengeluaran yang tinggi sebagai kebutuhan standar industri untuk kepemimpinan AI, dan mencatat bahwa pertumbuhan langganan Starlink yang kuat memvalidasi visi perusahaan yang lebih luas.
Concerns & criticism
Analis pasar dan investor menyatakan kekhawatirannya atas lonjakan besar-besaran dalam belanja modal dan kerugian operasional yang sedang berlangsung di divisi AI, yang menyebabkan harga saham turun di bawah harga awal $135.
→What's next
SpaceX diperkirakan akan menyelesaikan akuisisi Cursor pada akhir kuartal ini, yang akan memberikan wawasan lebih lanjut mengenai dampak jangka panjang terhadap laba divisi AI. Selain itu, perusahaan berencana untuk mempercepat pengembangan pusat datanya sepanjang sisa tahun ini untuk mencapai target kapasitas komputasi 10 gigawatt pada tahun depan.